Me

Me
Flower Attack

Minggu, 21 Agustus 2011

tanda - tanda waqaf


TANDA-TANDA WAQAF


Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.
Adapun tanda-tanda waqaf antara lain :



Ketahuilah Wahai pembaca Al-Qur'anul Adzhiim, Sesungguhnya tanda waqof yaitu (م) huruf (mim), adalah Tanda untuk lazmnya waqof, Lazm di sini adalah menurut istilah saja, bukanlah lazm menurut
syar'i, seperti lazimnya waqof pada ayat (إلا الله) Illallaah, pada Firman Allah Subhaanahu Wata'aalaa di dalam surah Al-'Imron ayat 7, yaitu ( ومايعلم تأويله الا الله) Wamaa ya'lamu ta wii lahuu Illallaah, kemudian kita melanjutkan lagi dengan membaca terusan ayat tersebut, yaitu ( والراسخون) Warroosikhuuna.

Kemudian (ط) huruf (Tho), yaitu tanda untuk waqof mutlaq, yaitu waqof yang tidak lazm dan juga tidak jaiz, jadi kita boleh berhenti, boleh juga washol (lanjut).

Kemudian (ج) huruf (jim), yaitu tanda untuk jaiz (boleh) nya waqof, boleh juga washol (lanjut) akan tetapi, waqof lebih baik!

Kemudian (ص) huruf (shod) Adalah tanda Rukhsoh (keringanan),maksudnya adalah apabila nafas pembaca sudah habis (tidak sanggup lagi) maka boleh berhenti pada tanda shod ini, jika sudah berhenti, kita tidak perlu mengulanginya kembali kepada beberapa kalimat sebelumnya,langsung saja terus baca kalimat berikutnya.

Selanjutnya (ز) huruf (Za), menunjukkan bahwa washol (Lanjut) itu lebih baik dari pada Waqof (berhenti).

Kemudian (لا) Huruf (Laa) adalah tanda tidak diperbolehkannya waqof (berhenti),arti (lam) itu sendiri adalah ''TIDAK BERHENTI'', karena apabila kita berhenti,maka maknanya tidak sempurna, apabila berhenti dalam keadaan darurat maka kita dianjurkan untuk mengulangi membaca beberapa kalimat sebelumnya,tetapi apabila lam tersebut berada pada perbatasan ayat, maka tidak diharuskan untuk kembali membaca dari ayat sebelumnya.

Dan (ق) huruf (Kof) menurut pendapat kebanyakan Qurroo adalah tanda washol (Lanjut)dan boleh juga waqof (Berhenti).

Dan (قف) huruf (kof bersambung dengan fa) adalah menyuruh untuk waqof,dan ma'nanya adalah ''Berhenti'' dalam keadaan berhenti yang lembut, sesungguhnya tanda ini menunjukkan lebih utamanya waqof daripada washol,tanda ini menunjukkan bahwa waqof itu lebih berfaidah pada maknanya.

Dan (ع) huruf ('Ain) Adalah tanda Ruku', yaitu apabila Qori (Yang Membaca Al-Qur'an) pada sholat, dan ia berniat untuk Ruku', maka lebih baik untuknya ruku' ketika ada tanda ('Ain) ini, karena ('Ain) adalah isyarat sempurnanya Kisah atau Suatu Pembahasan di dalam Al-Qur'an.
maksudnya adalah, biasanya Para Hafidz (penghapal Al-Qur'an) mereka juga hapal tanda-tanda baca yang ada di Al-Qur'an, nah...ketika mereka sholat, biasanya menjadi imam, jika mereka ingin menyudahi bacaannya, maka Sebaiknya mereka menyudahinya pada ayat yang ada tanda 'ainnya, karena tanda 'ain itu adalah batasnya pembahasan atau suatu kisah, misalnya pada surah Al-Waqi'ah ayat 41, Allah Subhaanahu Wata'aala menerangkan tentang Adzab Atas Golongan kiri dan cercaan untuk mereka, lalu ada tanda 'ain pada ayat 74 nya, nah sampai situlah (ayat 74) pembahasan tentang golongan kiri...
kemudian pada ayat 75 nya adalah pembahasan baru, Yaitu tentang SUMPAH ALLAH TENTANG KEMULIAAN AL-QUR'AN...


Dan (titik 3), 3 titik ini adalah tanda WAQOF MU'AANAQOH, dan pembaca apabila berhenti pada titik yang pertama, maka pembaca jangan berhenti pada titik yang kedua, jika pembaca tidak berhenti pada titik yang pertama, maka pembaca hendaknya berhenti pada titik yang kedua, Ini semua dilakukan agar benarnya makna yang dimaksud, apabila pembaca berhenti pada kedua-duanya, maka maknanya jadi tidak sempurna, Maka Jagalah seluruh Tanda-tanda Waqof yang terdapat di dalam Al-Qur'an...!!!

cara berjilbab muslimah yang benar, disertai berjilbab yang salah

Berikut ini adalah cara berjilbab muslimah yang benar, disertai berjilbab yang salah. Semoga jadi manfaat.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(Q.S. An Nur : 31)











Rabu, 22 Juni 2011

Iman Kepada Hari Akhir

Pengertian Iman kepada Hari Kiamat
            Beriman kepada hari kiamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. Tanpa beriman kepada hari kiamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”(An-Nisaa’:136).